DIFINMEDIA.COM
Back Home

Kupas Tuntas Pengertian Apa Itu Warna

Sourch Image : www.difinmedia.com


Ada 2 sudut pandang yang bisa digunakan untuk memahami apa itu warna. Pertama dari sisi cahaya dan kedua dari sisi benda-benda pada dirinya sendiri.

Dari sisi cahaya, warna adalah efek. Efek spektrum tertentu dari cahaya sehingga menghasilkan jenis dan intensitas cahaya yang berbeda. Perbedaan itu terjadi akibat perbedaan panjang gelombang cahaya. Misalnya ada warna terang, redup, dan gelap. Atau ada warna merah, kuning, hijau dan seterusnya. Semua istilah tersebut sebenarnya hanya untuk menamai beragam jenis dan intesitas cahaya. Sedang warna itu sendiri, pada dirinya sendiri tidak ada. Warna itu adalah tingkatan dari cahaya. Ringkasnya, secara substansial, warna itu adalah kata lain dari cahaya juga. Tapi karena ketajaman, jenis dan intensitas cahaya yang ditangkap oleh mata berbeda, maka diberilah setiap perbedaan itu dengan nama tertentu. Misalnya dinamai dengan warna gelap, warna terang, warna panas, warna sejuk. Atau lagi warna merah, warna kuning, warna biru dan seterusnya. Artinya, warna itu adalah cahaya juga.

Lalu jika demikian apakah jika cahaya tidak ada warna juga menjadi tidak ada? Tentu saja. Bayangkan, jika tidak ada cahaya. Apa yang akan terjadi? Semua, akan tampak gelap. Tanpa warna apa pun. Hanya ada kelam tak bernama. Tapi begitu ada cahaya, baru muncul beragam warna.

Lebih kurang begitulah warna dari sisi cahaya. Tapi lain lagi bila ditinjau dari sisi benda-benda pada dirinya sendiri. Disini warna dipahami bukan berasal dari cahaya. Artinya yang membentuk warna, bukan cahaya. Tapi adalah, pigmen dari benda-benda pada dirinya sendiri. Kandungan tertentu dari benda itu sendiri yang mengandung sebuah warna. Sedang cahaya, hanya sebagai mediasi. Hanya sebagai perantara agar mata bisa melihat, sehingga pigmen dari setiap benda, jadi terlihat oleh mata. Tapi sang cahaya, tidak memberikan warna pada benda tersebut.

Misalnya tanah. Tanah berwarna coklat, bukan karena ditimpa oleh cahaya yang berwarna coklat. Tapi memang pigmen atau zat dari tanah itu sendiri yang berwarna coklat. Begitu juga dengan benda-benda atau zat-zat lainnya. Semua, punya pigmen sendiri-sendiri yang menghasilkan warna tertentu yang berbeda-beda. Jadi jika dalam cahaya warna itu adalah kata lain dari perbedaan antar spketrum, maka pada benda-bena, warna itu berarti perbedaan antar pigment. Perbedaan pigmen itulah yang menyebabkan munculnya keragaman intesintas visualnya. Lalu keragaman itu dinamai dengan warna A, B, C dan seterusnya.

Intinya, pada cahaya, warna itu adalah spektrum
Sedang pada benda, warna itu adalah pigmen.

Lantas mana definisi yang benar diantara keduanya? Tidak ada! Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Ini bukan soal salah benar. Tapi adalah soal perbedaan cara memandang. Tapi meski titik pijak keduanya berbeda, namun rumusan tentang nama-nama warna dan seperti apa warna yang dimaksud, tetap sama. Misalnya yang dimaksud dengan warna merah oleh kubu cahaya, tetap sama dengan apa yang dinilai sebagai warna merah oleh kubu pigmen. Jadi perbedaan itu tidak memberi pengaruh pada level teknis. Apalagi jika anda seorang praktisi desain. Maka asal usul warna dengan segala kontroversi cara memandangnya, menjadi tidak relevan. Karena yang penting dalam desain, adalah hasil akhirnya. Seperti apa produk desain yang anda buat. Apakah menarik atau tidak. Bagaimana dengan permainan warnanya dan seterusnya. Sedang tentang sejarah dan definisi warna, sama sekali tidak ada urusan. Dan tidak akan pernah dipersoalkan.