DIFINMEDIA.COM
Back Home

Profil dan Biodata lengkap Joko Widodo Presiden Republik Indonesia

Sourch Image : www.difinmedia.com
Ir. H Joko Widodo adalah Presiden Indonesia yang ke 7 dimana pada tahun 2014 bersaing secara ketat dengan Prabowo Subianto di Pilpres. Presiden RI dengan pangilan Jokowi ini banyak sekali melakukan terobosan baru di masa pemerintahannya terutama terhadap Infrastruktur. Bergabung dengan PDI Perjuangan yang mengusungnya pada Pilpres 2014 dan apakah pada Pilpres 2019 mendatang kembali lagi mecalonkan sebagai Presiden RI yang ke delapan.
Sebagai orang No satu di Indonesia Pak Jokowi terkenal santun dan tidak banyak bicara tetapi tindakannya terhadap pembangunan hampir merata di seluruh indonesia. Ini yang membuat banyak masyarakat tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang Pak Jokowi. Diketahui bahwa Pak Jokowi memiliki satu orang istri dan tiga orang anak, siapa saja mereka dan bagaimana perjalanan sukses pak Jokowi hingga menjadi Presiden RI, mari kita akan bahas habis di artikel ini.

Biodata Joko Widodo
Nama : Joko Widodo Tempat Tanggal Lahir: Surakarta, 21 Juni 1961 Agama : Islam Pekerjaan : Pengusaha Agama : Islam Profil Facebook : jokowi Akun twitter : jokowi_do2 Email: jokowi@indo.net.id Alamat Rumah Dinas : Rumah Dinas Loji Gandrung Jl. Slamet Riyadi No. 261 Telp. 712004 Alamat Kantor : Jl. Jend. Sudirman No. 2 Telp. 644644, 642020, Psw 400, Fax. 646303 HP. 0817441111 Suami/istri : Iriana Anak : Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep. Pendidikan Jokowi :
SDN 111 Tirtoyoso Solo SMPN 1 Solo SMAN 6 Solo Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985 Karir Jokowi :
Pendiri Koperasi Pengembangan Industri Kecil Solo (1990) Ketua Bidang Pertambangan & Energi Kamar Dagang dan Industri Surakarta (1992-1996) Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta (2002-2007) Walikota Surakarta (2005-2012) Gubernur Jakarta (2012-2014) Presiden Republik Indonesia (2014-Sekarang) Pengusaha mebel dan pertamanan Penghargaan Jokowi :
Bintang Jasa Utama – Presiden Republik Indonesia Piala Citra Bhakti Abdi Negara (2008-2009-2010) – Presiden Republik Indonesia Agent of change Kemandirian – Dompet Dhuafa Democracy Award: Manusia Bintang – RMOL Decade Award: Rising Leader – Men’s Obsession E-government – Kemkominfo Adiupaya Puritama – Kemenpera Best City Award – Delgosea Pengendali inflasi – Bank Indonesia Tata ruang kedua terbaik se-Indonesia – Kementrian PU Top 50 Leaders dari Fortune Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan – Kemennaker Bung Hatta Anti Corruption Award – Meutia Hatta Anti Gratifikasi – KPK Program Perlindungan Anak – UNICEF Tahun 2006 Walikota No.3 Terbaik Dunia – The City Mayors Foundation Social Media Award – Majalah Marketing & Frontier Consulting Group 10 Tokoh Pilihan Tahun 2008 – Tempo Tokoh Pluralis Tahun 2013 – dari Lembaga Pemilih Indonesia Tokoh Seputar Indonesia Tahun 2013 – Anugerah Seputar Indonesia Good Governance Award (20 September 2012) – Soegeng Soerjadi Pencapaian target MDGs Untuk program KJP dan KJS – Bappenas Pangripta Nusantara Utama – Bappenas Nominasi World Mayor Tahun 2012
Asal Nama Julukan Jokowi
“Jokowi itu pemberian nama dari buyer saya dari Prancis,” begitu kata Wali Kota Solo, Joko Widodo, saat ditanya dari mana muncul nama Jokowi. Kata dia, begitu banyak nama dengan nama depan Joko yang jadi eksportir mebel kayu. Pembeli dari luar bingung untuk membedakan, Joko yang ini apa Joko yang itu. Makanya, dia terus diberi nama khusus, ‘Jokowi’. Panggilan itu kemudian melekat sampai sekarang. Di kartu nama yang dia berikan tertulis, Jokowi, Wali Kota Solo. Belakangan dia mengecek, di Solo yang namanya persis Joko Widodo ada 16 orang.
Biografi Jokowi
Nama Joko Widodo mulai menjadi sorotan ketika terpilih menjadi Walikota Surakarta. Awalnya publik menyangsikan kemampuan pengusaha mebel ini untuk memimpin dan mengembangkan kota Surakarta, namun beberapa perubahan penting yang dibuat untuk membangun Surakarta di tahun pertama kepemimpinannya menepis keraguan ini.
Diawali dengan branding, di bawah kepemimpinan Jokowi kota Surakarta atau yang sering disebut dengan Solo punya slogan 'Solo: The Spirit of Java' yang mendasari semangat warga Solo untuk mengembangkan kotanya. Ini bukan sekedar branding, sejak tahun 2006 lalu kota Surakarta telah menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia. Dengan keanggotaan tersebut, di tahun berikutnya (2007) Solo menjadi tempat Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di Benteng Vastenburg. Penyelenggaraan event ini membawa misi penyelamatan situs bersejarah karena benteng tersebut terancam akan digusur untuk kepentingan bisnis. Bahkan tahun 2008, Solo menjadi tuan rumah penyelenggara konferensi Organisasi Kota-kota Warisan Dunia ini. 
Proses relokasi pedagang barang bekas yang biasanya selalu diwarnai dengan penolakan dan protes bisa dilakukan Jokowi dengan baik karena komunikasi yang langsung dan jelas dijalin dengan masyarakat. Salah satu bentuk komunikasi tersebut adalah melalui saluran televisi lokal di mana masyarakat bisa langsung berinteraksi dengan walikotanya. Masalah lahan hijau juga menjadi perhatian Jokowi, relokasi pedagang barang bekas tersebut juga dilakukan dalam rangka revitalisasi lahan hijau di kota Solo.
Langkah besar lain yang diambil oleh Jokowi adalah menetapkan persyaratan bagi para investor untuk memperhatikan kepentingan publik dan tidak segan untuk menolak mereka jika tidak bisa mengikuti peraturan yang ada dalam kepemimpinan Jokowi. Nama Surakarta kembali menjadi perbincangan ketika para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo ini berhasil merakit mobil yang diberi nama Esemka. Jokowi sangat mendukung hasil yang membanggakan ini dengan ikut mengendarai mobil Esemka tersebut.
Untuk prestasinya ini Jokowi kemudian mencalonkan diri di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakilnya. Mereka berdua menjadi pasangan calon gubernur yang paling kuat berdasarkan perhitungan cepat yang dilakukan di hari pemilihan (Rabu, 11 Juli 2012), dan menjadi cagub yang paling banyak disoroti dalam Pilgub DKI 2012 ini. Namun demikian pencalonan Jokowi diwarnai dengan isu SARA yang dikeluarkan oleh Rhoma Irama dalam ceramahnya di Masjid Al'Isra Tanjung Duren Jakarta Barat. Dalam kesempatan itu, Rhoma Irama mengimbau warga agar memilih pemimpin yang seiman, dan beliau menyebutkan bahwa ibu Jokowi adalah seorang non-muslim. Pernyataan ini menuai protes keras dari publik hingga Panwaslu DKI melakukan pemeriksaan atas Rhoma Irama atas dugaan menyebarkan isu SARA.
Hasil dari kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi berhasil mengambil hati masyarakat. Kini ia maju sebagai calon presiden sebagai kandidat dari PDIP dan menggandeng Jusuf Kalla sebagai calon wakil presidennya dengan nomor urut dua. Melawan pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto dengan wakilnya Hatta Rajasa.
Sosok Jokowi menurut SAYA

Joko Widodo adalah seorang Pemimpin yang Jujur, biarpun gayanya yang kurang meyakinkan tetapi kinerjanya sudah dapat di buktikan. Banyak sekali ide yang tumbuh dari Pemikirannya yang tidak bisa kita bayangkan. Salah satu contoh adalah pembangunan yang Pak Jokowi bangun adalah untuk Jangka Panjang sedangkan masyarakat menilainya kepada program kerja yang nyata dalam jangka pendek. Pembangunan yang dia bangun untuk meningkatkan Transportasi antar wilayah yang membutuhkan dana cukup besar tetapi saya yakin beliau tidak sedikitpun berfikir untuk melakukan Korupsi. Dan jika di dalamnya terdapat beberapa orang yang melakukan itu maka siap siap saja akan di Gebuk sama pak Jokowi. Saya suka dengan kepemimpinan Pak Jokowi sekarang, maju terus pak bangun bangsa ini agar lebih maju dan dapat mensejahterakan Rakyat, Amin.